Kenali Gejala dan Penyebab Osteoporosis pada Pria | CDR

 

Waspadai Faktor Pemicu Osteoporosis Pada Pria

Osteoporosis merupakan sebuah gangguan kesehatan yang menyerang tulang, dimana kepadatan massa tulang menurun dan akhirnya keropos. Pada umumnya, penyakit ini dipengaruhi oleh faktor usia dan hormon. Ketika seseorang bertambah tua, kondisi hormonnya akan berubah yang juga mempengaruhi kondisi tulangnya. Kendati lebih sering dialami wanita terutama yang sudah memasuki menopause, ternyata osteoporosis juga bisa menyerang kaum pria.

Perbedaan osteoporosis pada pria dan wanita adalah kecepatan penurunannya. Wanita mengalami perubahan hormon secara signifikan dalam berbagai fase kehidupannya mulai datang bulan, hamil, melahirkan dan menopause. Hal ini memicu penurunan kepadatan tulang di usia 50an yang lebih cepat daripada laki-laki. Sedangkan pria tidak mengalami perubahan hormon periodik seperti itu, kecuali ketika memasuki usia senja dimana kadar testosterone menurun. Penurunan hormon inilah yang kemudian menyebabkan pengeroposan tulang secara perlahan di usia sekitar 60 an tahun ke atas.

Meskipun terjadi dengan kecepatan berbeda, osteoporosis pada pria juga sama sulitnya untuk dideteksi hingga pengeroposan benar-benar terjadi. Oleh karena itu, penting untuk mengenali apa saja faktor yang menyebabkan gangguan kesehatan tulang tersebut supaya bisa diantisipasi sedini mungkin.

Faktor usia1,2,3

Faktor usia menjadi pemicu osteoporosis pertama pada pria. Memasuki usia lanjut, kondisi sel-sel tubuh tidak akan semuda dan seaktif dulu. Begitu pula kondisi pencernaan yang sangat berpengaruh pada penyerapan kalsium yang menjadi bahan bakar penguatan tulang. Pencernaan yang tidak lagi bagus sangat mungkin mengganggu proses penyerapan nutrisi yang dibutuhkan tulang. Alhasil, kalsium yang dibutuhkan oleh tulang untuk tetap kuat dan padat tidak bisa diserap oleh tulang sehingga penurunan kepadatan terjadi.

Penurunan testosteron2

Sama halnya pada wanita, pria juga bisa mengalami perubahan hormon yang dalam hal ini disebut sebagai testosterone. Hormon pria ini bukan hanya mempengaruhi fungsi seksual, namun juga metabolisme tubuh dan kepadatan tulang. Ketika kadar hormon menurun, kemampuan tubuh dan tulang menyerap kalsium juga ikut turun sehingga osteoporosis rentan terjadi.

Kurang kalsium dan vitamin D1,2,3

Bukan rahasia lagi bila kalsium dan vitamin D adalah nutrisi vital untuk menjaga kesehatan tulang. Baik karena kesalahan pola makan maupun masalah pada metabolisme tubuh, penyerapan kedua mikronutrien ini bisa menjadi tidak maksimal. Jika ingin tulang padat dan kuat sampai tua, ada baiknya dari sekarang menjaga pola makan bergizi seimbang termasuk mengonsumsi bahan makanan yang mengandung kalsium dan vitamin D tinggi.

Merokok1,2

Merokok menjadi sebuah kebiasaan buruk yang sayangnya menjadi gaya hidup. Zat aditif dalam rokok seperti tar dan nikotin mengganggu penyerapan nutrisi dalam tubuh, termasuk juga penyerapan kalsium. Itulah alasannya perokok berat lebih rentan terhadap osteoporosis daripada orang yang steril tanpa rokok.

Mengonsumsi minuman beralkohol1,2,3

Sama halnya seperti rokok, alkohol lebih banyak membawa dampak negatif pada kesehatan. Selain memicu kerusakan saraf jika dikonsumsi jangka panjang, minuman beralkohol juga mengganggu penyerapan nutrisi di dalam sistem pencernaan. Meskipun mengonsumsi makanan tinggi kalsium dan vitamin D, namun bila setiap hari mengonsumsi alkohol, resiko osteoporosis akan tetap tinggi pada pria. 

Jarang berolahraga1

Waktu yang banyak tersita untuk bekerja membuat pria masa kini nyaris tak punya waktu berolahraga. Selain membuat stres, ternyata jarang olahraga juga memicu pengeroposan tulang di masa tua. Alasannya, ketika berolahraga tulang terlatih untuk mendapatkan tekanan sehingga lebih padat ke depannya. Selain itu, olahraga juga memperlancar metabolisme dan sirkulasi darah sehingga kalsium dan vitamin bisa disebarkan dengan lebih cepat. Malas olahraga membuat tulang tidak terlatih dan metabolisme buruk.

Memiliki riwayat penyakit tertentu3

Beberapa penyakit seperti gangguan usus, kanker prostat dan hipogonadisme juga memiliki peran dalam kemerosotan kepadatan tulang. Bukan karena penyakit tersebut menyerang sel tulang, namun misalnya gangguan usus pasti mempengaruhi kemampuan sistem pencernaan untuk menyerap sari makanan dan mengedarkannya ke seluruh tubuh. Begitu pula dengan hipogonadisme yang mempengaruhi produksi hormon, dimana hal tersebut juga berefek pada kepadatan tulang.

Berbagai faktor di atas sangat mungkin memicu terjadinya osteoporosis pada pria di usia tuanya. Kabar baiknya, resiko tersebut bisa ditekan dengan rutin melakukan berbagai kebiasaan baik seperti:1

  • Rutin berolahraga, supaya tulang terlatih dan peredaran darah menjadi lebih lancar. Dengan begini tulang lebih kuat dan sehat, penyerapan dan pengedaran kalsium ke seluruh tubuh juga lebih baik
  • Hindari rokok dan alkohol, kedua barang tersebut mungkin memberi kenikmatan sesaat. Namun efek buruknya jauh lebih banyak bukan hanya bagi kesehatan tulang, namun juga saraf, pernafasan dan pencernaan.
  • Rutin mengkonsumsi suplemen yang mengandung kalsium dan vitamin D. Menu makanan sehat yang tinggi kalsium saja tidak selalu bisa memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D harian. Dengan dibantu dengan suplemen multivitamin, asupan kalsium dan vitamin terjamin sehingga tulang lebih sehat.

Jangan tunggu tua untuk melakukan kebiasaan baik demi menjaga kepadatan tulang. Ada baiknya dari sekarang Anda senantiasa memantau kepadatan dan kesehatan tulang dengan memeriksakan diri ke dokter supaya resiko osteoporosis dapat dicegah. Atau jika terjadi gejala penurunan kepadatan tulang, langkah penanganan yang tepat bisa segera dilakukan.


Referensi:

  1. Osteoporosis in Men, diakses pada 3 Agustus 2021 https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/ConditionsAndTreatments/osteoporosis-in-men
  2. Osteoporosis Causes, diakses pada 3 Agustus 2021 dari https://www.nhs.uk/conditions/osteoporosis/causes/
  3. Osteoporosis in Men, diakses pada 3 Agustus 2021 dari https://www.webmd.com/osteoporosis/guide/osteoporosis-in-men
Dapatkan

CDR yang Tepat Untukmu

Penuhi kebutuhan untuk tulang sehat dengan kombinasi kalsium, vitamin C, vitamin D, dan vitamin B6. 

CDR Orange - Suplementasi Tulang Sehat dengan Rasa Jeruk Segar

CDR Orange - Suplementasi Tulang Sehat dengan Rasa Jeruk Segar

Suplementasi tulang sehat mengandung kalsium, vitamin C, D & B6 bantu penuhi kebutuhan kalsium orang dewasa, ibu hamil & menyusui.

CDR Fruit Punch - Suplementasi Tulang Sehat

CDR Fruit Punch - Suplementasi Tulang Sehat

CDR Fruit Punch. Suplementasi Kalsium, Vitamin C, D, B6 rasa fruit punch yang membantu memenuhi kebutuhan kalsium pada orang dewasa, ibu hamil dan menyusui.

CDR Fortos - Suplementasi Tulang dengan Formula Kalsium dan Vitamin D

CDR Fortos - Suplementasi Tulang dengan Formula Kalsium dan Vitamin D

Suplementasi Kalsium dan Vitamin D untuk memelihara kesehatan tulang dan gigi.

Beli CDR Online

Untuk menghemat waktumu, dapatkan tulang sehat dan kuat dari CDR secara online.

Beli Sekarang