Menyambut Usia 30 Tahun Bagi Wanita

Usia 30 tahun bagi wanita berarti sudah ada banyak hal sudah terjadi, baik dari segi kehidupan personal maupun karir. Di usia yang sudah matang ini, Anda bisa saja sudah menikah, memiliki anak, dan memiliki jenjang pekerjaan yang lebih baik. Wanita berusia 30 tahun biasanya mulai mempertimbangkan keseimbangan antara kehidupan di dalam rumah dan pekerjaan (1). Masih banyak hal yang harus diatur, tidak terkecuali masalah kesehatan wanita usia 30 tahun.

Kesehatan Wanita Yang Berusia 30 Tahun

Sebagai wanita yang sudah memasuki kepala 3, jangan berpikir bahwa “jatah” Anda berisiko terkena penyakit masih lama. Di usia ini, sudah saatnya bagi Anda untuk melakukan berbagai jenis pemeriksaan kesehatan. Anda harus bisa mendeteksi risiko ini lebih dini, karena semakin cepat Anda dapat mengidentifikasi peluang penyakit yang terjadi di usia 30-an, semakin besar juga peluang untuk menanganinya. Itulah mengapa Anda perlu melakukan tes kesehatan, terutama jika ada penyakit turunan di keluarga, mengingat kesehatan wanita usia 30 sudah cukup rentan (2)

Selain itu, tanpa diketahui, Anda bisa saja menderita osteoporosis pada usia berapa pun, karena pada fase awalnya memang tanpa gejala. Osteoporosis atau pengeroposan pada tulang cenderung mempengaruhi performa bagian tulang tertentu terutama yang sering kita gunakan secara aktif untuk melakukan kegiatan sehari-hari, seperti tulang belakang, tulang di pergelangan tangan, bahu, panggul, maupun pinggul (2).

Osteoporosis pada Wanita Usia 30

Osteoporosis menyebabkan pengeroposan dan penipisan tulang, sehingga tulang menjadi lebih mudah patah. Setelah memasuki usia ini, tulang kita bahkan dapat menipis hanya karena penyebab sepele. Misalnya, Anda mungkin tersandung di jalan sehingga menyebabkan pergelangan kaki menjadi patah. Kecelakaan kecil pada tulang ini biasanya akan sembuh, namun selama tulang masih tergolong lemah, wajar jika nanti tulang ini cenderung dapat patah lagi, yang bisa membatasi pergerakan Anda seiring berjalannya waktu (2)

Di usia ini adalah waktu di mana secara alamiah, manusia akan mengalami penurunan kadar kalsium pada tulang. Jika tidak berhati-hati, bahkan di usia 30-an pun Anda bisa saja sudah memiliki tanda-tanda awal osteoporosis, termasuk patah tulang. Peluang kesehatan wanita usia 30 terancam oleh osteoporosis semakin meningkat, karena seiring bertambahnya usia, pengeroposan tulang juga semakin intens terjadi. Bukan hanya wanita yang sudah menopause, namun banyak juga wanita yang terkena osteoporosis bahkan sebelum mereka memasuki fase menopause. Istilah ini disebut juga sebagai osteoporosis premenopause (2).

Mengapa Wanita usia 30 Tahun Lebih Rentan Alami Osteoporosis Daripada Pria?

Begitu memasuki usia 30 tahun, baik tulang wanita atau pria akan terbentuk secara utuh, dan setelah ini tidak akan ada pertambahan massa tulang lebih lanjut. Setidaknya, sebanyak 75% kasus osteoporosis pada pinggul dialami oleh wanita (2). Selain itu, tahukah Anda, jika wanita lebih berisiko terkena penyakit ini dibandingkan dengan pria? Berikut ini penjelasannya.

1. Massa tulang yang lebih kecil
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, massa tulang akan berhenti bertambah setelah memasuki usia 30 tahun. Hal ini juga mempengaruhi kesehatan wanita usia 30 tahun. Wanita mencapai puncak massa pertumbuhan tulang saat usianya mencapai 18 tahun, sedangkan pada pria adalah usia 20 tahun. Setelah itu, tubuh kita akan terus membangun massa tulang meskipun hanya dalam jumlah yang sedikit, namun pria memiliki pertumbuhan yang lebih banyak daripada wanita (2).

2. Rendahnya kadar estrogen
Meskipun ada banyak faktor yang menyebabkan pengeroposan tulang seperti genetika atau gaya hidup, hormon memiliki peran penting terkait kesehatan tulang. Hormon yang membantu mengatur siklus reproduksi wanita dinamakan estrogen, dan hormon ini juga berfungsi untuk menjaga tulang agar tetap sehat, baik pada pria maupun wanita. Wanita yang belum menopause cenderung memiliki lebih banyak estrogen daripada pria, namun ketika sudah memasuki menopause, mereka akan mengalami penurunan jumlah hormon estrogen secara drastis (3).

3. Menu Diet Ketat
Sedang mempertimbangkan untuk diet? Awas, pastikan menu makanan yang Anda konsumsi sudah seimbang. Karena jika diet dilakukan hingga kekurangan asupan gizi yang seharusnya, maka hal ini dapat berdampak secara negatif terhadap kepadatan tulang. Diet ketat tanpa adanya kalsium dan vitamin D yang cukup dapat menyebabkan tulang menjadi mudah keropos dan lemah. Anda bisa mendapatkan vitamin D dari makanan seperti ikan salmon, tuna, susu dan sereal. Sinar matahari juga mengandung vitamin D, namun karena ada risiko terkena kanker kulit, maka disarankan agar Anda mendapatkan vitamin D dari sumber lain (4).

4. Hamil dan menyusui
Kesehatan wanita usia 30 tahun juga dipengaruhi oleh masa kehamilan maupun menyusui. Baik masa kehamilan maupun menyusui menyebabkan banyak perubahan pada tubuh wanita, tidak terkecuali dengan tulang. Selama kehamilan, bayi akan membutuhkan kalsium dari ibunya, oleh karena itu kebutuhan kalsium untuk ibu menyusui perlu diperhatikan. Masa menyusui juga mempengaruhi pengeroposan tulang, yang juga disebabkan oleh penyerapan kalsium oleh bayi terhadap ibunya, dan juga karena pada waktu penyusuan, wanita cenderung memiliki jumlah hormon estrogen yang lebih sedikit (5).

CH-20220119

Artikel ini ditinjau oleh:
Tim Konsultan Medis Medical Advisor Bayer Consumer Health Indonesia

Referensi:

  1. Mark Stibich. Longevity To Do List for Your 30s. Very Well Health. Diakses pada 14 Januari 2022 dari https://www.verywellhealth.com/longevity-to-dos-for-your-30s-2223717 

  2. David Zelman. Premenopausal Osteoporosis. Web MD. Diakses pada 14 Januari 2022 dari https://www.webmd.com/osteoporosis/guide/premenopausal-osteoporosis 

  3. Madeline R Vann. Why Osteoporosis is More Common in Women. Very Well Health. Diakses pada 14 Januari 2022 dari https://www.everydayhealth.com/osteoporosis/osteoporosis-and-gender.aspx 

  4. Jaime Herndon. Know Your Osteoporosis Risk. Healthline. Diakses pada 14 Januari 2022 dari https://www.healthline.com/health/osteoporosis-risk-factors#other-risk-factors 

  5. National Institute of Health. Pregnancy, Breastfeeding and Bone Health. NIH Osteoporosis and Related Bone Diseases National Resource Center. Diakses pada 14 Januari 2022 dari https://www.bones.nih.gov/health-info/bone/bone-health/pregnancy 

Swoosh Bottom | CDR

Pilih dan Dapatkan

CDR yang Tepat Untukmu

Penuhi kebutuhan kalsium untuk tulang sehat.

CDR Orange

CDR Orange

Suplementasi Tulang Sehat dengan Rasa Jeruk Segar

Suplementasi Kalsium, Vitamin C, D, B6 rasa jeruk yang membantu memenuhi kebutuhan kalsium pada orang dewasa, ibu hamil dan menyusui.

CDR Fruit Punch

CDR Fruit Punch

Suplementasi Tulang Sehat

Suplementasi Kalsium, Vitamin C, D, B6 rasa fruit punch yang membantu memenuhi kebutuhan kalsium pada orang dewasa, ibu hamil dan menyusui.

CDR Fortos Orange

CDR Fortos Orange

Suplementasi Tulang dengan Formula Kalsium dan Vitamin D

Suplementasi Kalsium dan Vitamin D untuk memelihara kesehatan tulang dan gigi.

Tips dan Informasi

Kesehatan Tulang

Baca lebih lanjut untuk mengetahui cara penuhi kebutuhan tulang sehat!

3 Packshot

9 Makanan Tinggi Kalsium untuk
Tulang - CDR

Untuk menghemat waktumu, dapatkan tulang sehat dan kuat dari CDR secara online.

Apa itu Osteoporosis? Kenali Penyebab dan Gejalanya

Apa itu Osteoporosis? Kenali
Penyebab dan Gejalanya

Apa itu osteoporosis? Pelajari penyebab, gejala, cara mengobati, pencegahan dan siapa saja yang beresiko terkena osteoporosis di sini.

Kapan Tubuh Kita Memerlukan Suplemen Kalsium?

Kapan Tubuh Kita Memerlukan
Suplemen Kalsium?

Untuk mendapatkan tulang yang sehat sampai tua, Anda harus mendapat cukup kalsium setiap hari sejak dini. Ini tanda tubuh Anda memerlukan suplemen kalsium.


Three Packshot

Beli CDR Orange

Untuk menghemat waktumu, dapatkan tulang sehat dan kuat dari CDR secara online.