Kenapa Tulang Sehat Itu Penting?

Tulang memiliki peran yang sangat vital bagi manusia untuk berdiri, berjalan, berlari, menggendong Si Kecil atau melakukan hal-hal lain. Didukung otot, tendon dan ligamen, tulang yang sehat dan kuat memungkinkan kita bergerak sesuka hati. Itulah mengapa penting bagi kita untuk menjaga kesehatan otot dan tulang kita. Tanpa tulang yang sehat, tubuh tidak akan bisa beraktivitas dengan baik.

Berikut ini adalah sejumlah peran penting tulang selain penopang tubuh:

  • Pelindung, menurut National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases (NIAMS), tulang berfungsi sebagai pelindung organ di dalam tubuh dari risiko cedera. Misalnya tulang tengkorak yang bertugas untuk melindungi otak. Lalu tulang dada melindungi organ jantung maupun paru-paru.

  • Menyimpan Mineral,  Kalsium dan fosfor adalah dua mineral penting yang membantu menjaga tulang agar tetap sehat. Kedua mineral ini disimpan tubuh dalam tulang dan baru akan melepaskannya ketika tubuh kita membutuhkannya.

  • Memberikan Fleksibilitas,  Meski sifat tulang keras dan kuat, namun ada juga sifat lain tulang yang berguna bagi tubuh, yakni fleksibilitas berkat adanya protein yang disebut kolagen. Kombinasi kekuatan dan fleksibilitas dari tulang membuat tubuh kita lebih mudah menghadapi tekanan.

  • Tempat Produksi Sel Darah Merah,  Situs Livestrong menyebutkan tubuh manusia memiliki dua jenis sumsum tulang, yakni merah dan kuning. Fungsi sumsum tulang merah sebagai tempat pembentukan sel darah merah. Sementara sumsum kuning adalah tempat tubuh menyimpan lemak sebagai cadangan energi.

Faktor Penentu Kesehatan Tulang

Ada sejumlah faktor penentu kesehatan tulang. Sebagian dipengaruhi oleh gaya hidup dan beberapa hal terkait faktor penentu kesehatan tulang milik kita yang tak dapat diubah, seperti:

  • Usia,  Tulang akan semakin tipis dan lemah seiring dengan bertambahnya usia, terutama setelah usia 30-an. Memasuki usia lanjut, kepadatan mineral tulang akan mengalami penurunan, sehingga seseorang rentan mengalami fraktur atau patah tulang.

  • Jenis Kelamin,  Kaum perempuan lebih rentan mengalami penurunan kepadatan tulang saat memasuki masa menopause(3), di mana terjadi penurunan drastis produksi hormon estrogen yang merupakan komponen penting dalam pembentukan tulang. Meski begitu, pria juga berisiko mengalami penurunan massa tulang jika kadar testosteron di tubuh rendah.

  • Ras,  National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases (NIAMS) mengungkapkan fakta bahwa ras kaukasia yang merupakan keturunan Asia memiliki risiko paling tinggi mengalami osteoporosis atau pengeroposan tulang. Karena mereka kurang mengonsumsi produk susu maupun olahannya, yang merupakan sumber asupan kalsium tertinggi. Selain itu, kerangka tubuh wanita Asia cenderung lebih pendek dan ramping dibandingkan etnis lain, sehingga lebih rentan rapuh.

  • Hipogonadisme pada Pria,  Hipogonadisme akut, seperti yang terjadi akibat orkiektomi atau operasi pengangkatan testis dalam penanganan kanker prostat, dapat mempercepat terjadinya penurunan massa tulang pada pria, seperti menurunnya produksi estrogen pada wanita menopause.

  • Hormon,  Kesehatan tulang juga sangat dipengaruhi oleh hormon pertumbuhan atau tiroid. Sementara hormon paratiroid yang bertugas untuk mengontrol jumlah kalsium dalam darah dan tulang, memiliki efek yang cukup kompleks dan vital terhadap kesehatan tulang.

  • Pernah Mengalami Patah Tulang,  Bagi yang pernah mengalami patah tulang, risiko Anda mengalami fraktur meningkat hingga 86 persen dibandingkan mereka yang sama sekali tidak pernah mengalami patah tulang.

Kebiasaan Untuk Tulang Sehat

Bukan sesuatu yang bisa terjadi begitu saja dalam waktu singkat ketika membahas tentang kesehatan tulang agar fungsi tulang dapat berjalan sempurna. Berikut ini adalah kebiasaan-kebiasaan yang wajib dilakukan sedari dini untuk memiliki tulang sehat, padat dan kuat:

  • Konsumsi Makanan Kaya Kalsium, agar tulang kuat dan padat, kita perlu memperhatikan asupan kalsium, juga fosfor, karena keduanya adalah komponen mineral utama pembentuk tulang. Produk susu dan olahannya, sayuran berwarna hijau, makanan laut, polong-polongan, kacang almond, kaya akan kandungan kalsium.

    Namun agar penyerapan kalsium lebih optimal, seperti dalam studi yang dilansir Time, Anda harus memadukan asupannya dengan makanan sumber Vitamin D. Orang dewasa direkomendasikan memenuhi asupan kalsium sebanyak 1.000 mg per hari. Sementara, untuk asupan Vitamin D yang dianjurkan bagi orang dewasa usia di bawah 50 tahun adalah 400-800 IU per hari, dan bagi yang berusia 50 tahun ke atas dianjurkan mengkonsumsi 800-1.000 IU.

  • Berjemur di Pagi Hari, tubuh sebenarnya bisa memproduksi Vitamin D sendiri. Syaratnya dengan berjemur di pagi hari antara pukul 07.00 hingga 09.00 selama 10-15 menit saja untuk mendapatkan asupan Vitamin D yang penting bagi tubuh.

  • Olahraga Rutin, jenis olahraga yang efektif untuk meningkatkan kekuatan tulang adalah lari, jalan atau lompat tali, seperti ditunjukkan studi yang dimuat di situs NCBI.com*. Dalam studi yang sama, olahraga dengan alat beban juga dapat membantu meningkatkan kesehatan tulang.

  • Batasi Asupan Kopi, minum lebih dari dua cangkir kopi per hari, seperti diungkapkan dalam studi tentang kafein** di NCBI.com yang meneliti hubungan antara kafein dan massa tulang, dapat mempercepat proses hilangnya kepadatan tulang pada orang yang kekurangan kalsium.

  • Berhenti Merokok, kebiasaan merokok akan menurunkan kemampuan tubuh menyerap kalsium secara efisien, sehingga berdampak pada penurunan massa tulang.

  • Jauhi Diet Rendah Kalori, diet kurang dari 1.000 kalori per hari, disebutkan dalam studi yang meneliti efek diet pada berat tubuh di NCBI.com, berisiko mengurangi kepadatan tulang. Dalam studi lain****, wanita gemuk yang selama 4 bulan menjalani diet 925 kalori per hari mengalami penurunan massa tulang yang signifikan, terlepas dari latihan fisik yang dilakukannya.

 

Sumber:

1. *https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9475652

2. **https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11684540

3. ***https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/1315653

4. ****https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9258265

Referensi:

1. https://www.niams.nih.gov/health_info/kids/PDF/HealthyBones.pdf

2. http://www.livestrong.com/article/115165-functions-skeleton

3. http://www.caltrate.ca/what-affects-bone-health

4. https://www.iofbonehealth.org/fixed-risk-factors

5. http://www.jointessential.com/4-main-factors-that-affect-bone-strength/

6. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/labs/articles/17447118/

7. http://healthland.time.com/2012/10/09/10-ways-to-build-healthy-bones
    and-keep-them-strong

8. http://www.healthline.com/nutrition/build-healthy-bones#section7

Dapatkan

CDR yang Tepat Untukmu

Penuhi kebutuhan untuk tulang sehat dengan kombinasi kalsium, vitamin C, vitamin D, dan vitamin B6. 

CDR Orange - Suplementasi Tulang Sehat dengan Rasa Jeruk Segar

CDR Orange - Suplementasi Tulang Sehat dengan Rasa Jeruk Segar

Suplementasi tulang sehat mengandung kalsium, vitamin C, D & B6 bantu penuhi kebutuhan kalsium orang dewasa, ibu hamil & menyusui.

CDR Fruit Punch - Suplementasi Tulang Sehat

CDR Fruit Punch - Suplementasi Tulang Sehat

CDR Fruit Punch. Suplementasi Kalsium, Vitamin C, D, B6 rasa fruit punch yang membantu memenuhi kebutuhan kalsium pada orang dewasa, ibu hamil dan menyusui.

CDR Fortos - Suplementasi Tulang dengan Formula Kalsium dan Vitamin D

CDR Fortos - Suplementasi Tulang dengan Formula Kalsium dan Vitamin D

Suplementasi Kalsium dan Vitamin D untuk memelihara kesehatan tulang dan gigi.

Beli CDR Online

Untuk menghemat waktumu, dapatkan tulang sehat dan kuat dari CDR secara online.

Beli Sekarang