Pemeriksaan yang Penting Dilakukan Bagi Pengindap Osteoporosis

 

Rangkaian Pemeriksaan Osteoporosis untuk Deteksi Dini

Osteoporosis merupakan gangguan kesehatan tulang yang bisa dialami oleh siapa saja, baik pria atau wanita terutama ketika mulai memasuki usia senja. Berdasarkan asal katanya, osteoporosis diartikan sebagai kondisi dimana tulang mengalami pengeroposan akibat massa dan mineral tulang yang berkurang sehingga menjadi lebih tipis, rapuh serta rentan patah. Sayangnya, penyakit tulang ini biasanya tidak terdeteksi sampai pengeroposan terjadi dan terlihat secara nyata sehingga osteoporosis juga disebut sebagai silent thief atau silent disease. Untuk itulah pemeriksaan secara berkala perlu dilakukan supaya perubahan massa tulang bisa terdeteksi sedini mungkin1,2,3.

Osteoporosis digolongkan menjadi 2:2

  • Osteoporosis primer, merupakan kondisi pengeroposan tulang yang dipicu oleh faktor usia yang mempengaruhi perubahan kadar hormon dalam tubuh sehingga penyerapan kalsium terganggu dan kepadatan tulang menurun

  • Osteoporosis sekunder, merupakan kondisi pengeroposan tulang yang dipicu karena konsumsi obat-obatan tertentu misalnya terapi obat steroid dalam waktu lama

Terlepas apapun jenisnya, osteoporosis sebaiknya dicegah sejak dini karena ketika sudah benar-benar terjadi akan lebih sulit untuk mengobatinya. Terlebih apabila penderita sudah berusia lanjut yang secara metabolisme dan penyerapan kalsium sudah tidak sebaik saat masih muda.

Supaya dapat melakukan deteksi dini dengan berbagai cara diagnosa, penting untuk mengenali berbagai gejala osteoporosis terlebih dahulu, seperti di bawah ini:2,3

  • Ketika osteoporosis menyerang tulang belakang, tulang dapat kolaps secara spontan bahkan hanya karena trauma ringan

  • Nyeri punggung ketika berdiri atau berjalan

  • Setelah beberapa waktu nyeri menghilang namun datang kembali setelahnya

  • Terjadi lengkungan pada tulang belakang karena pengeroposan terus terjadi, menyebabkan ketegangan otot dan rasa nyeri

  • Pengeroposan terjadi pada tulang lain di tubuh yang berpotensi memicu terjadinya patah tulang

Saat wanita sudah memasuki masa menopause dan pria menjelang usia lanjut ada baiknya segera memeriksakan diri ke dokter begitu rasa nyeri di tulang punggung mulai terasa karena bisa jadi merupakan pertanda osteoporosis. Untuk mendapatkan diagnosa yang pasti dan lebih valid, dokter akan meminta Anda untuk melakukan satu atau beberapa pemeriksaan berikut ini:1,3

Anamnesis

International Osteoporosis Foundation mengeluarkan daftar anamnesis atau pertanyaan yang berkaitan dengan resiko osteoporosis. Tes ini biasanya hanya membutuhkan waktu 1 menit saja dengan menjawab 10 pertanyaan antara lain4:

  • Apakah orang tua Anda pernah didiagnosa mengalami osteoporosis atau pernah mengalami patah tulang panggul karena terjatuh atau tabrakan relatif ringan (minor bump) ?
  • Apakah Anda pernah patah tulang akibat terjatuh atau tabrakan relatif ringan?
  • Apakah pernah minum obat kortikosteroid dalam jangka waktu lebih dari tiga bulan?
  • Apakah tinggi badan Anda telah berkurang lebih dari 3 cm?
  • Apakah Anda secara teratur minum minuman beralkohol?
  • Apakah Anda merokok lebih dari 20 batang sehari?
  • Apakah Anda sering menderita diare?
  • Apakah Anda mengalami menopause sebelum usia 45 tahun ? (khusus untuk wanita)
  • Apakah haid pernah terhenti selama 12 bulan atau lebih, kecuali karena hamil atau menopause? (khusus untuk wanita)
  • Apakah Anda pernah menderita impotensi, libido menurun atau gejala lain yang berhubungan dengan tingkat testosteron yang rendah? (khusus untuk pria) 

Apabila Anda menjawab salah satu pertanyaan di atas dengan jawaban “ya”, itu artinya Anda memiliki resiko terkena osteoporosis. Dengan demikian, pemeriksaan harus dilanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu pemeriksaan fisik.

Pemeriksaan fisik3

Pemeriksaan fisik untuk mendiagnosa osteoporosis dilakukan dengan pemantauan tinggi badan dan juga postur tubuh. Osteoporosis yang terjadi pada tulang punggung akan memperlihatkan kelainan postur berupa dorsal thoracic kifosis atau tulang yang melengkung ke dalam dan membuat penderitanya cenderung bungkuk. Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan untuk mendeteksi adanya fraktur atau keretakan tulang yang menjadi resiko awal osteoporosis.

Pemeriksaan penunjang1,2,3

Setelah melalui dua jenis pemeriksaan dasar di atas, orang yang diduga terkena osteoporosis akan disarankan untuk melakukan pemeriksaan tambahan atau penunjang yang meliputi:

  • Rontgen atau CT scan untuk melihat kondisi fisik tulang dan mendeteksi terjadinya fraktur atau patah tulang

  • Tes darah untuk memeriksa kadar sel darah, elektrolit dan juga hormon yang berpengaruh pada kepadatan tulang termasuk hormon tiroid, paratiroid, estrogen dan testosteron. 

  • Tes kepadatan tulang atau bone mass density untuk melihat tingkat kepadatan tulang dan juga menentukan seberapa besar resiko terjadinya patah tulang.

Jangan ragu atau takut memeriksakan diri ke dokter dan melakukan berbagai jenis tesnya karena semakin cepat osteoporosis terdeteksi akan semakin baik. Apalagi jika Anda merasa mengalami salah satu gejalanya, penanganan cepat dapat membantu menjaga massa tulang. 

Sebagai langkah preventif atau pencegahan, ketika memasuki usia 30an ada baiknya segera rutin mengkonsumsi suplemen multivitamin yang mengandung kalsium dan juga vitamin D untuk menjaga kepadatan tulang disamping memperbaiki pola makan dengan memperbanyak sumber mineral kalsium dan vitamin D. Ingat, kepadatan tulang mulai terjadi di rentang usia tersebut jadi persiapkan diri sebaik mungkin agar pengeroposan tulang dapat dihindari. Salam sehat.

Referensi:

  1. Diagnosing Osteoporosis: A Multi-Step Process, diakses pada 3 Agustus 2021 dari https://www.healthline.com/health/osteoporosis-diagnosis#steps

  2. Osteoporosis: Diagnosis & Test, diakses pada 3 Agustus 2021 dari https://www.webmd.com/osteoporosis/guide/osteoporosis-diagnosis-tests

  3. Definisi Osteoprosis, diakses pada 3 Agustus 2021 dari http://eprints.undip.ac.id/69456/3/Bab_II_Tinjauan_Pustaka.pdf 

  4. Diagnosis Osteoporosis, diakses pada 3 Agustus 2021 dari https://www.alomedika.com/penyakit/reumatologi/osteoporosis/diagnosis

Swoosh Bottom | CDR

Pilih dan Dapatkan

CDR yang Tepat Untukmu

Penuhi kebutuhan kalsium untuk tulang sehat.

CDR Orange

CDR Orange

Suplementasi Tulang Sehat dengan Rasa Jeruk Segar

Suplementasi Kalsium, Vitamin C, D, B6 rasa jeruk yang membantu memenuhi kebutuhan kalsium pada orang dewasa, ibu hamil dan menyusui.

CDR Fruit Punch

CDR Fruit Punch

Suplementasi Tulang Sehat

Suplementasi Kalsium, Vitamin C, D, B6 rasa fruit punch yang membantu memenuhi kebutuhan kalsium pada orang dewasa, ibu hamil dan menyusui.

CDR Fortos Orange

CDR Fortos Orange

Suplementasi Tulang dengan Formula Kalsium dan Vitamin D

Suplementasi Kalsium dan Vitamin D untuk memelihara kesehatan tulang dan gigi.

Tips dan Informasi

Kesehatan Tulang

Baca lebih lanjut untuk mengetahui cara penuhi kebutuhan tulang sehat!

3 Packshot

9 Makanan Tinggi Kalsium untuk
Tulang - CDR

Untuk menghemat waktumu, dapatkan tulang sehat dan kuat dari CDR secara online.

Apa itu Osteoporosis? Kenali Penyebab dan Gejalanya

Apa itu Osteoporosis? Kenali
Penyebab dan Gejalanya

Apa itu osteoporosis? Pelajari penyebab, gejala, cara mengobati, pencegahan dan siapa saja yang beresiko terkena osteoporosis di sini.

Kapan Tubuh Kita Memerlukan Suplemen Kalsium?

Kapan Tubuh Kita Memerlukan
Suplemen Kalsium?

Untuk mendapatkan tulang yang sehat sampai tua, Anda harus mendapat cukup kalsium setiap hari sejak dini. Ini tanda tubuh Anda memerlukan suplemen kalsium.


Three Packshot

Beli CDR Orange

Untuk menghemat waktumu, dapatkan tulang sehat dan kuat dari CDR secara online.