Kasus Osteoporosis Meningkat, Cek Mitos dan Faktanya

Jumlah kasus osteoporosis dari waktu ke waktu semakin meningkat. Kendati bukan peningkatan ekstrem seperti pandemi, namun kondisi kesehatan ini sudah semestinya menjadi perhatian terutama buat Anda yang mulai masuk ke usia 30 tahun. Pada usia ini, kepadatan tulang mulai berkurang yang jika dibiarkan, akan memicu terjadinya kerapuhan tulang yang dikenal dengan nama osteoporosis (1,2). Osteoporosis merupakan gangguan kesehatan dimana tulang kehilangan kepadatannya karena berbagai faktor, membuatnya rapuh dan rentan mengalami cedera hingga patah (1).

Parahnya,kasus osteoporosis ini jarang sekali menunjukkan gejala atau menimbulkan nyeri sampai cedera atau patah tulang benar-benar terjadi. Biasanya tulang yang patah ini terjadi di pergelangan tangan, tulang belakang maupun tulang panggul (1). Dengan kata lain, penderita tidak merasa kepadatan tulangnya sedang digerogoti dan langkah pencegahan pun tidak sempat dilakukan. Hal inilah yang menyebabkan osteoporosis cenderung tidak terprediksi dan angka kasus osteoporosis sendiri juga semakin banyak dari waktu ke waktu.

Di Indonesia sendiri pada tahun 2020, prevalensi wanita yang menderita osteoporosis paling tinggi adalah di rentang usia 60 sampai 70 tahun yaitu sebesar 62%. Sedangkan di golongan usia 20 hingga 59 tahun adalah 24% dan sisanya yakni di usia kurang dari 50 tahun sebanyak 18% hingga 30% (4)

Hal ini menunjukkan bahwa kendati orang lanjut usia (lansia) lebih rentang mengalami kasus osteoporosis, namun bukan tidak mungkin wanita muda di bawah 50 tahun juga mengalami gangguan kesehatan serupa. Itulah alasannya pencegahan sejak dini perlu dilakukan supaya tidak mengalami penurunan kepadatan tulang di rentang usia manapun.

Kendati demikian, kasus osteoporosis tidak seharusnya menjadi momok yang menakutkan dan membuat hati gelisah apalagi ketika di luar sana muncul berbagai cerita, spekulasi dan mitos yang belum tentu benar. Untuk itu, coba simak mitos dan fakta mengenai osteoporosis berikut ini:

Mitos#1: Osteoporosis hanya menyerang wanita

Fakta: Kasus osteoporosis memang lebih rentan dialami oleh wanita salah satunya karena terjadi perubahan hormon estrogen. Namun, pria juga bisa mengalami gangguan kesehatan tulang yang sama. Hal ini didukung dengan tinjauan literatur bahwa 20% penderita osteoporosis adalah pria dan kematian yang diakibatkan oleh kondisi patah tulang akibat osteoporosis lebih banyak dialami kaum Ada juga (5).

Mitos#2: Osteoporosis hanya terjadi pada usia lanjut

Fakta: Hal ini tidak benar karena meskipun kasusnya tidak banyak, namun beberapa kasus osteoporosis dilaporkan terjadi pada usia anak-anak. Penyebabnya sendiri bukan semata-mata karena pengeroposan tulang, namun lebih banyak karena kelainan genetika, penggunaan obat-obatan tertentu dan mengidap suatu penyakit. Kekurangan gizi parah pada usia anak-anak juga bisa memicu terjadinya osteoporosis dini (4,5).

Mitos#3: Osteoporosis hanya menyerang wanita menopause

Fakta: Wanita menopause memang mengalami pengurangan hormon estrogen secara besar-besaran karena perubahan hormon. Akan tetapi, tidak perlu menunggu menopause dulu untuk mengalami pengeroposan tulang karena ada beberapa faktor lain yang bisa mengundang penyakit ini. Faktor tersebut adalah kurang berat badan alias terlalu kurus, masalah pada pencernaan dan penyerapan makanan hingga mengonsumsi alkohol secara berlebihan (5).

Mitos#4: Osteoporosis pasti dialami lansia

Fakta: Fakta: Berada di rentang usia lanjut tidak lantas menjadikan osteoporosis penyakit mutlak yang pasti terjadi. Lansia yang menjaga kesehatan tulangnya sejak muda dengan banyak berolahraga dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang bisa terhindar dari pengeroposan tulang ini. Sebaliknya, kaum muda yang abai dan lalai dengan kebiasaan sehatnya bisa mengalami kasus osteoporosis di usia belia (3,5).

Mitos#5: Osteoporosis tidak bisa diobati

Fakta: Osteoporosis bukannya tidak bisa diobati karena memang langkah preventif lebih sering digaungkan. Ketika osteoporosis terlanjur terjadi, maka yang bisa dilakukan adalah memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Memperbanyak konsumsi kalsium dan vitamin C juga bisa dilakukan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan tulang (1,2).

Mitos#6: Penderita osteoporosis selalu bungkuk

Fakta: Osteoporosis bisa menyerang tulang bagian manapun, salah satunya adalah tulang belakang. Ketika kepadatan tulang belakang melemah dan menjadi rapuh secara perlahan namun pasti postur tubuh juga akan ikut berubah karena tulang tidak mampu lagi menopang berat tubuh. Namun, jika pengeroposan terjadi di tulang bagian lain penderita bisa jadi tidak mengalami kebungkukan (2,3).

Mitos#7: Orang Asia dan Kaukasia lebih rentan terhadap osteoporosis

Fakta: Osteoporosis bisa menyerang orang dari ras manapun, tidak terbatas pada Asia ataupun Kaukasia. Kendati faktor genetik memang mempengaruhi tingkat kerentanan namun gaya hidup dan kebiasaanlah yang memberikan andil besar dalam terjadinya pengeroposan tulang (1,3).

Tulang yang kuat hingga usia senja bukan semata-mata anugerah namun juga buah dari kesadaran kita pada kesehatan tulang. Oleh karena itu, lakukan kebiasaan baik dan pola hidup sehat supaya kepadatan tulang terjaga. Bila perlu, konsumsi suplemen tinggi kalsium, vitamin D dan vitamin C secara teratur agar tulang sehat dan padat kini dan nanti. Ayo, jaga kesehatan tulang dari sekarang!

CH-20211209-42

Artikel ini ditinjau oleh:
Tim Konsultan Medis Medical Advisor Bayer Consumer Health Indonesia

Referensi:

  1. Overview: Osteoporosis. NHS. 22 Juli 2019. Diakses pada tanggal 15 November 2021 dari https://www.nhs.uk/conditions/osteoporosis/https://www.nhs.uk/conditions/osteoporosis/
  2. Osteoporosis. Medline Plus. Diakses pada tanggal 15 November 2021 dari https://medlineplus.gov/osteoporosis.html
  3. Debra Stang. What Do You Want to Know About Osteoporosis? Healthline. 19 Agustus 2019. Diakses pada 15 November 2021 dari https://www.healthline.com/health/osteoporosis
  4. Nopi Sani dkk. Tingkat Pengetahuan Osteoporosis Sekunder dan Perilaku Pencegahan Mahasiswa Universitas Malahayati. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada. 17 Maret 2020. Diakses pada 15 November 2021 dari https://akper-sandikarsa.e-journal.id/JIKSH/article/download/236/200
  5. Lorna Collier. 8 Surprising Facts About Osteoporosis. HealthGrades. 30 November 2020. Diakses pada 15 November 2021 dari https://www.healthgrades.com/right-care/osteoporosis/8-surprising-facts-about-osteoporosis
Swoosh Bottom | CDR

Pilih dan Dapatkan

CDR yang Tepat Untukmu

Penuhi kebutuhan kalsium untuk tulang sehat.

CDR Orange

CDR Orange

Suplementasi Tulang Sehat dengan Rasa Jeruk Segar

Suplementasi Kalsium, Vitamin C, D, B6 rasa jeruk yang membantu memenuhi kebutuhan kalsium pada orang dewasa, ibu hamil dan menyusui.

CDR Fruit Punch

CDR Fruit Punch

Suplementasi Tulang Sehat

Suplementasi Kalsium, Vitamin C, D, B6 rasa fruit punch yang membantu memenuhi kebutuhan kalsium pada orang dewasa, ibu hamil dan menyusui.

CDR Fortos Orange

CDR Fortos Orange

Suplementasi Tulang dengan Formula Kalsium dan Vitamin D

Suplementasi Kalsium dan Vitamin D untuk memelihara kesehatan tulang dan gigi.

Tips dan Informasi

Kesehatan Tulang

Baca lebih lanjut untuk mengetahui cara penuhi kebutuhan tulang sehat!

3 Packshot

9 Makanan Tinggi Kalsium untuk
Tulang - CDR

Untuk menghemat waktumu, dapatkan tulang sehat dan kuat dari CDR secara online.

Apa itu Osteoporosis? Kenali Penyebab dan Gejalanya

Apa itu Osteoporosis? Kenali
Penyebab dan Gejalanya

Apa itu osteoporosis? Pelajari penyebab, gejala, cara mengobati, pencegahan dan siapa saja yang beresiko terkena osteoporosis di sini.

Kapan Tubuh Kita Memerlukan Suplemen Kalsium?

Kapan Tubuh Kita Memerlukan
Suplemen Kalsium?

Untuk mendapatkan tulang yang sehat sampai tua, Anda harus mendapat cukup kalsium setiap hari sejak dini. Ini tanda tubuh Anda memerlukan suplemen kalsium.


Three Packshot

Beli CDR Orange

Untuk menghemat waktumu, dapatkan tulang sehat dan kuat dari CDR secara online.