Pemeriksaan yang Penting Bagi Pengidap Osteoporosis

Osteoporosis adalah penyakit tanpa gejala (silent disease). Seringkali, penyakit ini baru ketahuan setelah terjadi fraktur atau patah tulang. Pada tulang belakang, karena kepadatannya terus berkurang, suatu saat tulang dapat kolaps secara spontan atau karena terpicu oleh trauma ringan. Penderita akan merasakan nyeri punggung ketika berdiri atau berjalan.

Setelah beberapa minggu atau beberapa bulan, rasa sakit akan berangsur menghilang. Namun, meski rasa sakit sudah tak lagi terasa, proses pengeroposan tulang terus berlangsung. Ketika makin banyak tulang belakang yang hancur, terjadi lengkungan pada tulang belakang yang dapat menyebabkan ketegangan otot dan nyeri. Pada saat yang sama, terjadi pula pengeroposan pada tulang lain di tubuh, yang berpotensi memicu kembali terjadinya patah tulang.

Agar patah tulang tak berulang, Anda disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan medis. Merujuk pada cara penanganan osteoporosis dari National Osteoporosis Foundation, ada serangkaian pengecekan yang dapat Anda lakukan:

  • Pengecekan riwayat kesehatan untuk memastikan seberapa besar risiko patah tulang yang Anda miliki.

  • Pemeriksaan fisik yang meliputi pemeriksaan bagian tubuh yang sering mengalami patah tulang, seperti tulang panggul, tulang punggung, leher, dan lengan.

  • Pemeriksaan Rontgen. Penggunaan alat ini dapat mendeteksi patah pada tulang, baik yang menyebabkan gejala maupun tidak. Rontgen juga dapat mendeteksi berkurangnya tinggi badan akibat tulang belakang yang melengkung.

  • Tes kimia darah untuk mengevaluasi kadar kalsium dan fosfor, serta untuk mendapatkan gambaran kondisi hati dan ginjal.

  • Tes urin 24 jam untuk mendeteksi penyerapan kalsium yang tidak normal atau kemungkinan terjadinya kebocoran kalsium akibat gangguan fungsi ginjal.

  • Tes penghitungan darah yang bermanfaat untuk mendeteksi penyakit lain, misalnya anemia, yang dapat menjadi penyebab tubuh kekurangan nutrisi.

  • Tes fungsi tiroid untuk mendapatkan gambaran kadar estrogen pada perempuan, sebagai awalan deteksi lebih lanjut risiko osteoporosis.

  • Pengukuran kepadatan tulang.

  • Biopsi tulang jika dibutuhkan.

Pasca melakukan serangkaian tes, Anda perlu menjalani perawatan lanjutan dan mengikuti saran dokter agar kondisi tulang yang sudah rapuh tidak memburuk. Selain itu, tentu saja dibarengi dengan menjalani pola hidup sehat, makan makanan bernutrisi seimbang, berolah raga, dan mengonsumsi suplemen kalsium jika dibutuhkan.

 

Referensi:

1. https://cdn.nof.org/wp-content/uploads/2016/02/Healthy-Bones-for-life-patient-guide.pdf

2. http://www.webmd.com/osteoporosis/guide/fracture-treatment

3. http://www.nhs.uk/Conditions/Osteoporosis/Pages/Treatment.aspx

Dapatkan

CDR yang Tepat Untukmu

Penuhi kebutuhan untuk tulang sehat dengan kombinasi kalsium, vitamin C, vitamin D, dan vitamin B6. 

CDR Orange - Suplementasi Tulang Sehat dengan Rasa Jeruk Segar

CDR Orange - Suplementasi Tulang Sehat dengan Rasa Jeruk Segar

Suplementasi tulang sehat mengandung kalsium, vitamin C, D & B6 bantu penuhi kebutuhan kalsium orang dewasa, ibu hamil & menyusui.

CDR Fruit Punch - Suplementasi Tulang Sehat

CDR Fruit Punch - Suplementasi Tulang Sehat

CDR Fruit Punch. Suplementasi Kalsium, Vitamin C, D, B6 rasa fruit punch yang membantu memenuhi kebutuhan kalsium pada orang dewasa, ibu hamil dan menyusui.

CDR Fortos - Suplementasi Tulang dengan Formula Kalsium dan Vitamin D

CDR Fortos - Suplementasi Tulang dengan Formula Kalsium dan Vitamin D

Suplementasi Kalsium dan Vitamin D untuk memelihara kesehatan tulang dan gigi.

Beli CDR Online

Untuk menghemat waktumu, dapatkan tulang sehat dan kuat dari CDR secara online.

Beli Sekarang