Bone Mineral Density: Yang Harus Anda Tahu Tentang Kepadatan Tulang

Bone mineral density atau kepadatan tulang akan semakin menurun seiring usia bertambah. Jika terus menerus dibiarkan, kepadatan tulang ini dapat menyebabkan osteoporosis. Risiko osteoporosis tidak hanya mengintai orang-orang yang sudah berusia di atas 50 saja, namun juga dapat menyerang usia berapapun, terutama jika Anda memiliki beberapa faktor risiko seperti gaya hidup atau kekurangan asupan kalsium dan vitamin D.

Agar Anda dapat mengantisipasi risiko osteoporosis, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan melalui tes kepadatan tulang. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui kondisi tulang Anda lebih dini. Anda juga dapat melakukan beberapa langkah pencegahan pengeroposan tulang di masa yang akan datang. Simak informasi di bawah ini tentang apa itu tes kepadatan tulang dan apa saja yang harus dipersiapkan.

Apa itu Kepadatan Tulang?

Kepadatan tulang adalah kadar kalsium yang ada di dalam tulang. Semakin sedikit jumlahnya, maka semakin besar juga risiko pengeroposan tulang (1). Untuk mengetahui hal ini, perlu dilakukan tes. Tes kepadatan tulang dilakukan dengan menggunakan sinar-X, di mana tes ini dapat mendeteksi jumlah kalsium yang ada di dalam tulang (2).

Mengapa Tes Kepadatan Tulang Diperlukan?

Tahukah Anda, jika tulang di dalam tubuh kita merupakan jaringan hidup? Secara alami, tubuh akan mengganti tulang yang lama dan menggantinya dengan jaringan yang baru. Ketika memasuki usia 30 tahun, massa tulang akan berhenti bertambah, dan tugas Anda adalah menjaga massa tulang yang ada sebaik mungkin. Selanjutnya, di usia 40 sampai 50-an, akan ada lebih banyak tulang Anda yang “rusak” daripada tulang yang mengalami penggantian (1).

Di sinilah mengapa tes kepadatan tulang menjadi penting. Meskipun biasanya tes kepadatan tulang direkomendasikan untuk wanita dan orang yang sudah berusia senja, namun tes ini adalah tes yang penting untuk mendeteksi pengeroposan tulang sejak dini. Jika Anda terlambat menyadari, risiko osteoporosis yang tidak diketahui dapat menyebabkan tulang menjadi rapuh dan keropos hingga mampu membuat tulang patah ataupun lumpuh (2). Dengan kata lain, tes kepadatan tulang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi (1,2):

  1. Osteopenia, yaitu rendahnya kadar kalsium dalam tulang.

  2. Peluang terjadinya patah tulang yang disebabkan oleh tulang rapuh.

  3. Risiko osteoporosis karena pengeroposan tulang.

Cara Tes Kepadatan Tulang

Tes kepadatan tulang bertujuan untuk mengecek apakah massa tulang Anda rendah, atau yang dikenal juga sebagai osteopenia. Tes ini dibagi menjadi 2 macam, yaitu DXA pusat dan periferal, yang biasanya dilakukan dengan cara pemindaian menggunakan sinar X-ray.

  • Tes kepadatan tulang DXA pusat: Disebut juga dengan dual energy X-ray absorptiometry, pada saat menjalani tes ini Anda akan diminta untuk petugas medis agar berbaring di atas meja, dan sinar X-Ray akan melakukan pemindaian di area pinggul, tulang belakang, dan sekitarnya.

  • Tes kepadatan tulang DXA periferal: Pemindaian ini berlangsung untuk mengecek tulang lengan bagian bawah, pergelangan tangan, jari, dan tumit. Tes ini akan membutuhkan sedikit waktu, yakni hanya beberapa menit saja (2).

Anda tidak perlu khawatir karena tes kepadatan tulang tidak akan menimbulkan rasa sakit. Seperti pada tes X-ray pada umumnya, Anda hanya perlu berbaring saat tes dijalankan. Namun, sebaiknya pertimbangkan juga untuk menghindari jenis pakaian dengan aksesoris kancing atau ritsleting berbahan logam karena bahan ini dapat mengganggu kinerja gelombang radiasi yang dipancarkan oleh sinar X-ray (2).

Tips menjaga kepadatan tulang

Ada banyak faktor penyebab osteoporosis, terutama jika Anda memiliki risiko tinggi patah tulang, atau memiliki kebiasaan merokok atau konsumsi minuman beralkohol (2). Selain itu, wanita juga cenderung berisiko mengalami kondisi ini (1,2,3). Agar Anda dapat menghindari osteoporosis, lakukan beberapa langkah pencegahan agar kepadatan tulang tetap terjaga kini dan nanti:

1. Rutin berolahraga
Lakukan rutinitas setiap hari yang dapat mendukung kesehatan tulang, seperti berjalan kaki, jogging, bersepeda atau aktivitas apapun untuk menjaga kesehatan alat gerak yang dapat merangsang gerakan tulang dan otot. Setidaknya, luangkan waktu minimal 30 menit untuk melakukan kegiatan ini setiap harinya. Jika memungkinkan, gunakan jasa profesional seperti instruktur olahraga untuk membantu Anda melatih gerakan tertentu (3).

2. Jaga Berat Badan
Jangan abaikan masalah berat badan, karena hal ini berkaitan dengan kepadatan tulang. Anda harus memiliki berat badan yang ideal, karena orang yang memiliki berat badan terlalu rendah berisiko lebih tinggi terkena penyakit tulang karena menurunnya kepadatan tulang dan sebaliknya, orang dengan berat badan berlebih akan memberi tekanan pada tulang (4).

3. Penuhi Kebutuhan Protein
Protein berfungsi untuk membantu penyerapan kalsium untuk tulang, sehingga wajar jika protein memainkan peran penting dalam kesehatan tulang. Itulah sebabnya mengapa Anda harus memastikan bahwa ada cukup protein dalam menu diet setiap hari. Sebuah penelitian yang dilakukan pada wanita di rentang usia pasca menopause menunjukkan bahwa orang yang makan lebih banyak protein dibandingkan dengan yang lainnya mengalami lebih sedikit patah tulang (4).

4. Konsumsi suplemen untuk tulang
Kadang, asupan nutrisi dari makanan yang kita konsumsi masih belum cukup untuk menjaga kesehatan tulang. Apalagi, vitamin yang berguna untuk tulang bukan hanya vitamin D saja. Jika Anda ingin mencegah pengeroposan tulang, sebaiknya minum beberapa kombinasi seperti vitamin C, D, B6 dan juga kalsium:

  • Vitamin C berperan dalam produksi kolagen, yaitu protein yang merupakan bagian dari struktur tulang. Dengan memenuhi asupan vitamin C, anda juga sekaligus menjaga kesehatan tulang. Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi vitamin ini dapat meningkatkan metabolisme tulang (5).

  • Kalsium merupakan mineral yang diperlukan untuk kesehatan tulang dan gigi. Apabila Anda kekurangan kalsium, risiko pengeroposan tulang akan menyebabkan penyakit osteoporosis (3).

  • Jangan abaikan vitamin D. Kalsium memang dibutuhkan untuk membentuk tulang yang kokoh, namun fungsi vitamin D dapat membantu tubuh kita menyerap kalsium lebih baik (3,4).

  • Konsumsi vitamin B6 juga diperlukan untuk mendukung kesehatan tulang. Studi membuktikkan bahwa kekurangan vitamin B6 dapat menyebabkan perubahan struktur pada tulang, yakni menambah jumlah rongga pada tulang dan dapat menghambat pembentukan tulang baru yang kuat (6).

Jadi, sudah cukup padatkah tulang yang Anda miliki? Agar kepadatan tulang selalu terjaga kini dan nanti, jangan lupa untuk menjaga gaya hidup seperti kebiasaan olahraga, konsumsi makanan tinggi protein dan meminum suplemen yang mengandung vitamin C, vitamin D, vitamin B6 serta kalsium sebelum memasuki usia 30 tahun.

CH-20220119

Artikel ini ditinjau oleh:
Tim Konsultan Medis Medical Advisor Bayer Consumer Health Indonesia

Referensi:

  1. U.S Department of Health & Human Services. Osteoporosis. National Institute of Aging. Diakses pada 13 Januari 2022 dari https://www.nia.nih.gov/health/osteoporosis 

  2. Brian Krans. Bone Mineral Density Test. Healthline. Healthline. Diakses pada 13 Januari 2022 dari  https://www.healthline.com/health/bone-mineral-density-test 

  3. Jeanie Lerche Davis. 5 Lifestyle Steps for Better Bone Health. Web MD. Diakses pada 13 Januari 2022 dari https://www.webmd.com/osteoporosis/features/lifestyle-tips 

  4. Jenna Fletcher. How To Increase Bone Density Naturally. Medical News Today. Diakses pada 13 Januari 2022 dari https://www.medicalnewstoday.com/articles/325903 

  5. Olga Brzezińska, dkk. Role of Vitamin C in Osteoporosis Development and Treatment. NCBI. Diakses pada 14 Januari 2022 dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7469000/ 

  6. Zhaoli Dai & Woon-Puay Koh. B-Vitamins and Bone Health. NCBI. Diakses pada 14 Januari 2022 dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4446754/ 

Pilih dan Dapatkan

CDR yang Tepat Untukmu

Penuhi kebutuhan kalsium untuk tulang sehat.

CDR Orange

CDR Orange

Suplementasi Tulang Sehat dengan Rasa Jeruk Segar

Suplementasi Kalsium, Vitamin C, D, B6 rasa jeruk yang membantu memenuhi kebutuhan kalsium pada orang dewasa, ibu hamil dan menyusui.

CDR Fruit Punch

CDR Fruit Punch

Suplementasi Tulang Sehat

Suplementasi Kalsium, Vitamin C, D, B6 rasa fruit punch yang membantu memenuhi kebutuhan kalsium pada orang dewasa, ibu hamil dan menyusui.

CDR Fortos Orange

CDR Fortos Orange

Suplementasi Tulang dengan Formula Kalsium dan Vitamin D

Suplementasi Kalsium dan Vitamin D untuk memelihara kesehatan tulang dan gigi.

Tips dan Informasi

Kesehatan Tulang

Baca lebih lanjut untuk mengetahui cara penuhi kebutuhan tulang sehat!

3 Packshot

9 Makanan Tinggi Kalsium untuk
Tulang - CDR

Untuk menghemat waktumu, dapatkan tulang sehat dan kuat dari CDR secara online.

Apa itu Osteoporosis? Kenali Penyebab dan Gejalanya

Apa itu Osteoporosis? Kenali
Penyebab dan Gejalanya

Apa itu osteoporosis? Pelajari penyebab, gejala, cara mengobati, pencegahan dan siapa saja yang beresiko terkena osteoporosis di sini.

Kapan Tubuh Kita Memerlukan Suplemen Kalsium?

Kapan Tubuh Kita Memerlukan
Suplemen Kalsium?

Untuk mendapatkan tulang yang sehat sampai tua, Anda harus mendapat cukup kalsium setiap hari sejak dini. Ini tanda tubuh Anda memerlukan suplemen kalsium.


Three Packshot

Beli CDR Orange

Untuk menghemat waktumu, dapatkan tulang sehat dan kuat dari CDR secara online.